Minggu, 03 Desember 2017

HASRAT


Ini adalah hasrat bukan nafsu..? Hasrat untuk hijrah dijalan cinta menggapai ridha-Nya, bersama sama menuju jalan syurga. Hasrat ini seperti sebuah keyakinanku bahwa bersamanya aku bisa melewati semuanya.

Dalam hening aku merenugkannya, tetes demi tetes air mata jatuh disudut harap. Kupeluk hasrat ini erat, entah perasaan apa ini aku tak mampu mengartikannya, aku tak mampu memalingkannya. Aku hanya mampu mencurahkannya lewat air mata yang seringkali jatuh tiba tiba kala aku berjalan menyusuri waktu dengan penantian yang terpendam itu, kala aku terjaga dari tidurku, kala dalam sujudku ditiap panggilan-Nya. Aku berharap hasratku mendapat ridha-Nya sehingga aku dan dia bisa bersatu endingnya.

Hasrat ini begitu kuat, hasrat untuk bisa menua bersama menghabiskan sisa usiaku yang tak lagi muda. Aku tau dengan jelas bahwa hasrat ini tidak mudah tapi keyakinanku kukuh untuk melangkah bersamanya, bismillah.

Mengatakan semuanya tidak mengubah keadaan walaupun sedikit mengurangi beban jiwa. Apa dan siapalah aku tanpa ikatan..? Hasrat untuk berharap disapa lewat udara disela sela waktu sibuknya saja aku tidak berani. Memberanikan diri menyapanya dengan sejuta rasa, lagi lagi entah rasa apa itu ketika bulir bulir air mata jatuh, ada rasa bahagia membaca balasan pesan itu, pesan biasa tapi bagiku berita darinya begitu berharga. Melihatnya online seakan aku sedang memandangnya dengan penuh hasrat. Hasrat ingin menyapa, hasrat ingin berjumpa, hasrat ingin berbagi kisah lewat dunia maya.

Jika ada rasa sesal karena mengatakan ungkapan ungkapan rasaku, itu karena aku takut hasratku salah. Aku takut harapku sia sia dan dia tidak menyambutnya. Hasrat itu membuatku ingin bisa berharga dimatanya walaupun aku hanyalah wanita sederhana.

Jika hasrat ini bertepuk sebelah tangan maka aku bersama hasratku menjauh dan harap yang tertanam lekat bersama air mata kesedihan pasti kuabaikan. Apalah artinya hasrat bila dia tidak menyambutnya. Apalah artinya hasrat tanpa ikatan suci dihadapan illahi. Hasrat itu adalah Bersama dalam pernikahan atau melupakan dalam penantian. Hasrat itu sebenarnya adalah dihalalin olehnya.

Berjalan bersama hasrat itu dengan menyimpannya erat, banyak tantangan yang melumpuhkan kesabaran itu. Penantian ini syahdu ketika aku menempatkannya pada ujian, bahwa Allah menguji rasaku agar tumpuan hasrat itu bermuara kepadaNya. Jika aku sudah berusaha dan tetap teguh dijalanNya hasilnya aku pasrahkan saja. Allah akan mempertemukan hasrat ini pada dia yang dikehendakiNya, aku yakin itu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar