Sabtu, 12 September 2020
Sabtu, 30 Mei 2020
BERTAHAN DI TENGAH CORONA (Bagi pengangguran)
Virus ini sudah melumpuhkan dunia. Katanya teori konspirasi ikut andil dalam pengadaannya. Ekonomi negeriku lumpuh, aktivitas publik terhenti, para pemimpin kewalahan mencari solusi terbaik untuk mengatasinya, tokoh tokoh beradu opini dan asumsi dalam mencari penemuan jalan pemutus rantai penyebaran dan penyembuhan terdeteksi virus untuk menekan dan mengurangi korban yang berjatuhan karenanya.
Corona terus melaju bak primadona yang hadir dimana mana, semua resah takut dihinggapi, untuk mendeteksinya begitu mahal ongkosnya. Entah berapa pekan untuk himbauan isolasi diseluruh negeri. Tak disangka begitu dahsyatnya efek yang terjadi.
Bila hari biasa saja hidup terasa sudah sulit lantas Bagamaimana dengan keadaan saat terjadi pendemi?? Untuk pengangguran hal yang terpenting adalah bisa makan. Bahasa dan hal yang sangat biasa untuk semua orang karena jika ditelisik ke ranah Agama itu bagian Dari rejeki, selama nafas masih berhembus pastilah ada rejekinya.
Banyaknya motivator di semua kalangan dari yang kelas kampung sampai publik figur dengan ragam jenisnya mulai keluar lagi dengan wajah Baru, mengajak produktif intinya. Berbisnis, berniaga, Dan sebagainya atau cuma bertingkah gila saja cukup. Itu bagian dari kreatifitas tanpa batas yang mempunyai sasaran viral dan terkenal.
Ah sudahlah, bagi yang pengangguran sebenarnya bukan miskin ide dan kreatifitas. Kondisi real tak semudah kata kata motivator dan teori dalam kelas kelas online atau bahan ajar e book yang berpuluh halaman itu, gratis memang walaupun nyatanya untuk membukanya juga butuh pulsa. Bagi pengangguran apa yang didepan mata akan dijalani dengan cara sederhana, tak perlu panduan teori lagi. Pengangguran sejatinya melihat, menunggu, dan mencari peluang untuk mendapatkan hasil yang halal sekedar untuk kelangsungan hidup terutama adalah makan.
Selasa, 04 Februari 2020
NGOPI DI ATAS ANGIN
Sebelum pukul 04:00 dini hari aku bangun sholat malam dan tidak lama adzan subuh bergema. Kali ini sengaja tidak tidur lagi karena ada rencana bareng mas bos dan teman teman untuk melihat spot terbaik matahari terbit disudut kota.
Eh tapi memang kalau melibatkan team maka itu artinya harus menunggu satu sama lain agar bisa terlaksana sesuai rencana, akhirnya team berempat berangkat dari kota Bojonegoro dengan dua motor untuk Ngopi pagi ke Negeri Atas Angin sambil berburu sunrise yang menawan. Hmmm..., ga kurang jauh lagi..!
Bukit Cinta atau yang lebih dikenal sebagai Wisata Negeri Atas Angin Kabupaten Bojonegoro sangat layak dinikmati para pecinta wisata alam karena keindahannya, tempat ini berada di Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Deling, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Deling, Desa Deling, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro.
(sumber:kominfo jatim)
Rute yang kami lewati dari kota Bojonogoro, titik kumpulnya adalah bunderan jetak atau jalan Ngumpakdalem Dander, lalu lurus mengikuti jalan dan berhenti di pasar Dander untuk mengambil rute melewati Kecamatan Ngasem yaitu dari pasar Dander belok kearah kekiri ke kecamatan Ngasem. Di rute ini melewati tempat wisata Kahyangan Api tapi karena masih gelap sehingga tempat wisata belum buka. Dari Ngasem lalu belok kiri ke Desa Butoh dan mengikuti jalan saja melewati hutan. Jalananpun sudah bagus dan lebar jadi bisa dilalui mobil dengan lancar.
Saat memasuki jalanan nanjak motor yang saya bawa oleng karena ban bocor terkena paku, akhirnya kami berhenti dirumah tukang tambal ban. Tapi karena matahari sudah terbit saya merasa harus buru buru naik melnajutkan perjalanan ke atas angin, saya berfikir untuk menyewa motor bapak tykan tambal ban dan alhamdulillah diperbolehkan. Kami melanjutkan perjalanan hingga sampai ke tempat tujuan kami dengan jarak tempuh perjalanan kurang lebih 60 menit dan bisamelihat kota Bojonegoro dari atas.
Langganan:
Postingan (Atom)












