Setiap manusia pasti memiliki cita cita, sudah kodrat manusia memiliki hasrat dan ambisi. Jika ditarik sisi positifnya justru dengan adanya ambisi maka seseorang akan berupaya dengan maksimal, sekuat tenaga untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.
Cita cita seseorang akan mengalami pergeseran dan perubahan seiring waktu. Saat anak anak misalnya, cita cita yang sering diangan angankan seorang anak sifatnya cenderung umum, misalnya pengen jadi dokter, polisi atau guru (cita cita yang paling banyak peminatnya/pasaran).
Pengalaman saya pribadi saat masih duduk dibangku sekolah dasar adalah saya ingin menjadi guru, tetapi saat menginjak remaja cita cita saya lebih maskulin, masa iya saya yang cewek ini pengen buka usaha bengkel. Itu mungkin karena profesi orang tua saya waktu itu adalah tukang servis kendaraan roda dua diikuti kakak saya juga, saya sendiri sering membantu nerima jasa pompa sepeda atau motor jadi mungkin karena itu saya berangan angan mengembangkan usaha keluarga saya.
Tetapi setelah saya batal masuk sekolah menengah kejuruan bidang studi otomotif, maka cita cita saya itupun ikut menguap terbawa angin. Bahkan saya cenderung tidak lagi memikirkan cita cita. Saya seolah olah tidak punya cita cita. Entahlah, karena saat kita beranjak dewasa maka banyak permasalahan dan beban hidup yang kita alami. Untuk bisa melanjutkan sekolah saja, harga yang harus dibayar tidak murah waktu itu. Ibarat kata, orang tua kita rela miskin demi sekolah anak anaknya.
Fokus utama saya waktu itu adalah sekolah untuk menuntut ilmu, setelah itu saya bisa bekerja apa saja untuk membantu perekonomian keluarga. Pilihan saya jatuh ke sekolah menengah kejuruan bidang studi manajemen bisnis di Kabupaten tempat kelahiran saya, dan itu adalah sekolah kejuruan negeri satu Satunya di kota saya. Yah bisa dibilang favorit gitu, ketemu dengan orang orang kota, anak anak orang kaya tentunya.
Tidak bisa dibayangkan bagaimana pergaulan saya yang ndeso ini, minder dan menarik diri sampai saya duduk dibangku kelas tiga. Di tahun terakhir saya sekolah, saya mulai banyak teman yang pastinya anak anak orang kaya.
Akhirnya setelah lulus dan punya pengalaman kerja cita cita saya cenderung ke usaha pribadi yang sifatnya tidak mengikat, saya tidak begitu suka aturan walaupun saya itu sangat bertanggung jawab pada pekerjaan saya. Saat ini profesi saya ternyata sesuai cita cita yang pernah saya ucapkan saat kecil yaitu menjadi seorang guru. Saya sangat jarang terlambat apalagi bolos kerja, seperti apapun kondisinya. Misalnya ketika saya atau anak saya sakit, sebisa mungkin saya tetap masuk kerja. Saya itu bisa dibilang workaholik atau gila kerja. Tapi karena kodrat saya sebagai wanita, keluarga tetaplah prioritas utama, saya bisa mengatasi jiwa pekerja saya yang begitu tinggi dan tetap mengutamakan suami dan anak anak.
Sbr gbr:google
Memiliki pekerjaan tidak membuat saya merasa telah menemukan impian saya. Cita cita saya sama sekali belum saya raih. Saya sangat ingin mengembangkan usaha dari hobi saya gemar menanam bunga. Saya ingin memiliki Green House dan berjualan bunga/tanaman hias, sekaligus Membuka kedai makanan dan minuman. Konsepnya seperti taman yang mini, menjual tanaman hias khususnya, sekaligus tempat nongkrong yang menyediakan aneka juice buah segar, aneka kopi, dan lain lain juga makanan ringan yang akrab dilidah. Sayangnya sampai detik ini impian itu belum terlaksana karena terbentur biaya, mungkin juga karena Tuhan belum berkehendak atau usaha saya masih kurang maksimal, hehehe. Mohon do'a dari anda pembaca, semoga impian saya bisa segera terwujud. Aamiin ya robbal alamiin.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar